Header Ads

Pasar

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar,” demikian sabda Baginda Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim.

Sabda beliau ini peringatan agar umat beliau berhati-hati saat bergelut di pasar. Agar keburukan-keburukan pasar yang mengundang kebencian Allah ta’ala tidak meresap ke dalam diri pribadi masing-masing. Karena jika itu terjadi, jiwa terpengaruh. Perilaku sehari-hari akhirnya jauh dari terpuji.

Sebaliknya hendaklah umat beliau kuat secara ilmu dan ruhiyah. Sehingga keburukan-keburukan pasar berkurang. Di sisi lain kebaikan-kebaikannya bertambah.    

Oleh karena itu mereka yang bergelut di pasar harusnya bukan orang sembarangan. Berkaca pada sejarah, ada sosok Abdurrahman bin Auf radhiyallah ‘anh. Sesaat setelah hijrah dan tiba di Madinah, beliau mencari pasar. Lalu beliau bergelut di dalamnya. Dengan izin Allah ta’ala, tidak lama, beliau berhasil mengungguli gurita bisnis Yahudi.

Sosok beliau bertepatan dengan gambaran Al-Qur’an surat An-Nur ayat 37, “Laki-laki yang tidak dilalaikan perniagaan dan tidak pula jual beli untuk dzikir mengingat Allah, mendirikan shalat, serta membayar zakat. Mereka takut terhadap satu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi goncang.”

Dzikir dalam ayat tersebut mengandung makna yang luas. Bukan hanya dzikir lisan, lebih jauh hati dan anggota badan. Lisan berdzikir dengan mengucap kalimat-kalimat thayyibah. Hati berdzikir dengan menjaga kejujuran. Sementara anggota badan berdzikir dengan menunaikan berbagai kewajiban perdagangan dan jual beli.  

Dalam perspektif Sistematika Wahyu, dzikir disebutkan dalam Q.S. Al-Muzzammil ayat 8. Sebelumnnya di ayat 1-4, shalat disebutkan, diwakili oleh tahajjud. Sedangkan di ayat 4-7, disampaikan perihal membaca Al-Qur’an. Sebuah pemahaman kemudian terbangun, dzikir akan kokoh manakala shalat dan baca Al-Qur’an kokoh juga. Ketiganya tidak bisa dipisahkan.

Sebagai kesimpulan dan penutup, mereka yang bergelut di pasar harusnya memiliki ilmu dan juga tirakat. Tiga tirakat utamanya shalat, baca Al-Qur’an, dan dzikir. Tirakat lainnya bisa ditambahkan. Semoga aktivitas di pasar senantiasa penuh berkah. Amin.

Wallahu a’lam.


#MenghidupkanSW

Diberdayakan oleh Blogger.