Header Ads

Nama

Sejarah mencatat nama-nama besar. Sebagian nama dicatat karena kebaikannya. Sebagian lainnya karena keburukannya. Ada juga karena kontroversi yang ditimbulkan, baik dan buruknya hampir seimbang, sebagaimana pro dan kontranya terlihat tidak akan pernah selesai.

Perasaan nyaman muncul dan menyelimuti diri saat nama-nama baik disebut. Di sisi lain perasaan tidak nyaman semacam ngeri terbit tidak lama setelah nama-nama buruk diperdengarkan. Adapun jika nama-nama kontroversial yang diucapkan, bingung dan ragu lebih mendominasi perasaan. Nama tidaklah netral. Ada efek yang ditimbulkan.

Oleh karena itu wajar jika kemudian nama baik diberikan kepada bayi baru lahir. Agar siapapun yang mendengar namanya merasakan kenyamanan, ketenangan, dan juga harapan. Semoga sang bayi dititipi banyak kebaikan, untuk dirinya sendiri dan juga orang-orang sekelilingnya.

Wajar pula sebagian orang menjadikan nama-nama baik di akun-akun media sosial mereka. Sama dengan nama bayi, agar ada nyaman. Agar ada harapan di masa depan. 

Dalam perspektif Sistematika Wahyu, perihal nama dikaji dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Allah ta’ala berfirman,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Dia mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Allah ta’ala memerintahkan manusia untuk membaca, namun dengan prasyarat nama-Nya disebut dan diingat. Agar pembacaan tidak netral tapi memiliki landasan sekaligus arah. Sehingga pembacaan membuahkan hasil yang sangat kaya bagi jiwa.

Menariknya Allah ta’ala juga menyampaikan sebagian kebaikan yang telah diberikan-Nya kepada manusia. Bahwa Dia telah menciptakan manusia, menjaganya dalam kandungan, serta mengajarkan banyak hal. Dengan semua penyampaian itu semoga manusia tidak main-main dengan nama-Nya. Sebaliknya manusia menempatkan nama-Nya sebagai seagung-agungnya nama. Nama-Nya menjadi pegangan manusia untuk tetap dalam kebaikan.

Wallahu a’lam.


#MenghidupkanSW 

Diberdayakan oleh Blogger.