Kabur
Terkadang seseorang berada dalam situasi terdesak. Ada bahaya terhadap fisik atau psikisnya. Ia butuh keluar dari situasi terkini agar ada solusi. Ia butuh kabur.
Kabur bisa
berarti pindah tempat, bisa hanya suasana, bisa juga kedua-duanya. Karena sering
sekali fisik dan psikis terhubung. Sehingga kabur dalam pengertian pindah
tempat dan ganti suasana sangat mungkin dibutuhkan secara bersamaan.
Sementara itu, dalam perspektif Sistematika Wahyu, ada ajaran agama yang mirip dengan kabur, yakni hijrah. Dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 10, Allah ta'ala berfirman,
“Dan
bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan hijrahlah dari mereka dengan
hijrah yang baik.”
Hijrah memiliki
arti asal pindah, terutama pindah dari Mekah menuju Madinah. Akan tetapi setelah
Mekah dibersihkan dari berbagai berhala dan kekuasaan musyrik, hijrah
mengalami perubahan. Hijrah lebih bermakna 'perubahan diri ke arah yang lebih baik'.
Jika kabur
diberi bingkai hijrah, maka kabur dianjurkan. Semoga di tempat baru, ibadah
lebih khusyu’, emosi lebih tertata, dan fisik lebih terjaga. Sebaliknya jika kabur
diberi bingkai materialistik saja, maka lebih baik kabur ditimbang ulang. Apalagi
jika kabur dilandasi hanya amarah, atau sekedar ikut-ikutan.
Wallahu a’lam.
#MenghidupkanSW
Post a Comment